Thursday, July 2, 2015

Umat Pilihan

Menjadi pengagum Israel-Yahudi karena adanya
pandangan bahwa Israel merupakan bangsa pilihan
Tuhan, siapapun yang memberkatinya akan
diberkati Tuhan, dan Kristiani percaya bahwa
persepsi tersebut berlandaskan Bible. Sebelum
membahas lebih jauh kebenaran pandangan
tersebut, mari kita selidiki dulu sejarah umat Israel
dalam Bible. Dalam Bible, pertama kali nama Israel
disebutkan adalah sewaktu nama tersebut diberikan
kepada Yakub, karena saat itu terjadi pergumulan
seru antara Yakub dengan Allah dimana
kemenangan ada dipihak Yakub dan dikatakan Allah
memberkati Yakub dengan nama Israel. Keturunan
Yakub selanjutnya disebut bangsa Israel.
Kejadian 32:24-28
32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan
seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar
menyingsing.
32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat
mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha
Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok,
ketika ia bergulat dengan orang itu.
32:26 Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi,
karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku
tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau
tidak memberkati aku.”
32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah
namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
32:28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan
disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau
telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan
engkau menang.”
Tentu sebagai orang waras kita tidak perlu
mempercayai bagian ini. Selanjutnya, dikisahkan
seluruh keluarga Israel/Yakub menetap di negeri
Mesir. Lambat laun keturunan mereka ditindas oleh
Firaun, Raja Mesir. Di masa ini bangsa Israel
diperbudak oleh bangsa Mesir. Kemudian Allah
mengutus Musa untuk membebaskan Israel dari
perbudakan Mesir dan menuntun mereka keluar dari
sana.
Keluaran 3:8-10
3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan
mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun
mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang
baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah
susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang
Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan
orang Yebus.
3:9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai
kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya
orang Mesir menindas mereka.
3:10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau
kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang
Israel, keluar dari Mesir."
Singkatnya Musa berhasil membawa mereka keluar
dari Mesir, namun inilah awal mula ulah umat Israel
menjadi-jadi. Awalnya Israel adalah bangsa yang
diberkati dan diberikan tanah yang baik karena janji
Allah terhadap nenek moyang mereka yaitu
Abraham, Ishaq, dan Yakub. Tapi bangsa Israel
tidak pandai bersyukur dalam hal itu, dan justru
menentang banyak perintah Allah.
Ulangan 9:5-6
9:5 Bukan karena jasa-jasamu atau karena
kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri
mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa
itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari
hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji
yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek
moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub.
9:6 Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-
jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu
negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya
engkau bangsa yang tegar tengkuk!"
Allah dengan tegas berkata bahwa bangsa Israel
sama sekali tidak memiliki jasa atau harfiahnya
tidak berhak menerima berkat selain karena Allah
telah berjanji terhadap nenek moyang mereka. Dari
awal umat Israel sudah nampak kekafiran serta
penentangannya dihadapan Allah yang kemudian
memicu murka Allah untuk memunahkan mereka.
Ulangan 9:7-8
9:7 "Ingatlah, janganlah lupa, bahwa engkau sudah
membuat TUHAN, Allahmu, gusar di padang gurun.
Sejak engkau keluar dari tanah Mesir sampai kamu
tiba di tempat ini, kamu menentang TUHAN.
9:8 Di Horeb kamu sudah membuat TUHAN gusar,
bahkan TUHAN begitu murka kepadamu, hingga Ia
mau memunahkan kamu.
Semakin hari bangsa Israel semakin menunjukkan
kekejian dan penyimpangan dari ajaran Allah.
Sewaktu Nabi Musa meninggalkan mereka
beberapa saat, penyimpangannya semakin menjadi-
jadi dan Allah bermaksud memunahkan bangsa
Israel serta menggantinya dengan bangsa lain.
Ulangan 9:12-13
9:12 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku:
Bangunlah, turunlah dengan segera dari sini, sebab
bangsamu, yang kaubawa keluar dari Mesir, telah
berlaku busuk; mereka segera menyimpang dari
jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka
telah membuat patung tuangan.
9:13 Lagi TUHAN berfirman kepadaku: Telah Kulihat
bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah
bangsa yang tegar tengkuk.
9:14 Biarkanlah Aku, maka Aku akan memunahkan
mereka dan menghapuskan nama mereka dari
kolong langit; tetapi dari padamu akan Kubuat suatu
bangsa yang lebih berkuasa dan lebih banyak dari
pada bangsa ini.
Tapi Nabi Musa masih dapat mencegah niat Allah
untuk memunahkan mereka, dan berharap bahwa
bangsa Israel suatu saat akan sadar dari
penentangannya. Namun, sampai Musa menjelang
wafatpun umat Israel tidak berubah dan justru tetap
menunjukkan kedegilan dan kelakuan busuk terang-
terangan di mata Musa.
Ulangan 31:27-28
31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan tegar
tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku hidup
bersama-sama dengan kamu, kamu sudah
menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN,
terlebih lagi nanti sesudah aku mati.
31:28 Suruhlah berkumpul kepadaku segala tua-tua
sukumu dan para pengatur pasukanmu, maka aku
akan mengatakan hal yang berikut kepada mereka
dan memanggil langit dan bumi menjadi saksi
terhadap mereka.
31:29 Sebab aku tahu, bahwa sesudah aku mati,
kamu akan berlaku sangat busuk dan akan
menyimpang dari jalan yang telah kuperintahkan
kepadamu. Sebab itu di kemudian hari malapetaka
akan menimpa kamu, apabila kamu berbuat yang
jahat di mata TUHAN, dan menimbulkan sakit hati-
Nya dengan perbuatan tanganmu."
Dalam banyak tempat di Bible, sangat jelas
digambarkan tentang murka dan kutuk Tuhan
terhadap bangsa Israel yang senantiasa berlaku
durhaka dan menentang aturan. Dinubuatkan bahwa
bangsa Israel akan dikembalikan ke Mesir untuk
diperbudak.
Hosea 8:13 "...tetapi TUHAN tidak berkenan kepada
mereka. Sekarang Ia akan mengingat kesalahan
mereka dan akan menghukum dosa mereka;
mereka harus kembali ke Mesir!"
Ulangan 28:68 "TUHAN akan membawa engkau
kembali ke Mesir dengan kapal, melalui jalan yang
telah Kukatakan kepadamu: Engkau tidak akan
melihatnya lagi, dan di sana kamu akan
menawarkan diri kepada musuhmu sebagai budak
lelaki dan budak perempuan, tetapi tidak ada
pembeli."
Serta bangsa Israel akan dipunahkan dan
dibinasakan.
Ulangan 9:7-8 Ingatlah, janganlah lupa, bahwa
engkau sudah membuat TUHAN, Allahmu, gusar di
padang gurun. Sejak engkau keluar dari tanah Mesir
sampai kamu tiba di tempat ini, kamu menentang
TUHAN. Di Horeb kamu sudah membuat TUHAN
gusar, bahkan TUHAN begitu murka kepadamu,
hingga Ia mau memunahkan kamu.
Ulangan 9:14 Biarkanlah Aku, maka Aku akan
memunahkan mereka dan menghapuskan nama
mereka dari kolong langit
Ulangan 28:63 Seperti TUHAN bergirang karena
kamu untuk berbuat baik kepadamu dan membuat
kamu banyak, demikianlah TUHAN akan bergirang
karena kamu untuk membinasakan dan
memunahkan kamu, dan kamu akan dicabut dari
tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya.
Yeremia 15:7 Aku menampi mereka dengan tampi
di kota-kota negeri; Aku membuat umat-Ku
kehilangan anak dan membinasakan mereka,
karena mereka tidak berbalik dari tingkah langkah
mereka.
Karena banyaknya perbuatan jahat bangsa Israel di
mata Tuhan, hati Tuhan Allah sudah tidak lagi
terpaut ke umat Israel.
Yeremia 15:1 TUHAN berfirman kepadaku:
"Sekalipun Musa dan Samuel berdiri di hadapan-Ku,
hati-Ku tidak akan berbalik kepada bangsa ini.
Usirlah mereka dari hadapan-Ku, biarlah mereka
pergi!
Kejahatan umat Israel semakin menjadi-jadi dari
waktu ke waktu. Allah tetap mengutus banyak nabi
di antara mereka dengan maksud suatu saat umat
Israel sadar dan kembali lagi ke ajaran yang benar,
ajaran Abraham nenek moyang mereka yang telah
lama ditinggalkan, serta mengikuti nabi yang diutus
kepada mereka. Namun, perilaku umat Israel sama
sekali tidak berubah selain membunuh para nabi
yang mencoba menyadarkan mereka tersebut.
Lukas 13:34 Yerusalem, Yerusalem, engkau yang
membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu
orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali
Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama
seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya
di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
Hal tersebut terus berlanjut sampai masa diutusnya
Yesus, dan sama dengan nabi lainnya yang kita
ketahui, umat Israel juga menolak dan memusuhi
Yesus serta mencoba membunuhnya. Dan akhirnya
bangsa Israel kehilangan berkat Allah dan
tergantikan.
Matius 21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu,
bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan
akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan
menghasilkan buah Kerajaan itu.
Perhatikan, kekejian serta kejahatan Israel-Yahudi
yang semakin besar dari waktu kewaktu membuat
Allah menghilangkan berkat serta lepas tangan
terhadap umat Israel. Kerajaan Allah yang artinya
keselamatan tersebut telah diambil dan tidak
dimiliki lagi oleh umat Israel. Itulah mengapa nabi
selanjutnya tidak lagi diutus dari Israel.
Dari sini dapat dimengerti bahwa umat Israel bukan
lagi bangsa pilihan, keselamatannya telah hilang.
Perbuatan jahat di mata Allah yang senantiasa
dilakukan umat Israel-Yahudi telah menjadikannya
sebagai bangsa terkutuk yang tidak lagi memiliki
pegangan ajaran Allah, dan nubuat Allah bahwa
bangsa Israel suatu saat pasti akan punah sudah
tentu akan terwujud.
Benarkah Israel Pemilik Tanah Perjanjian
Umat Israel-Yahudi mengklaim bahwa Palestina
merupakan tanah perjanjian yang seharusnya
mereka kuasai. Mereka menyebutkan Allah telah
menjanjikan tanah tersebut kepada Abraham, Ishaq,
dan Yakub untuk keturunannya. Sehingga
diasumsikan bahwa tanah tersebut sepenuhnya
harus dikuasai umat Yahudi, tidak untuk umat Islam
ataupun Kristen. Sebenarnya, lepasnya status umat
Israel sebagai bangsa pilihan telah cukup
menunjukkan bahwa umat Israel sudah tidak berhak
memiliki tanah yang dulu dijanjikan kepada mereka.
Tapi untuk menegaskan lebih lanjut, masih banyak
bukti bahwa umat Israel-Yahudi tidak seharusnya
melakukan agresi biadab sekarang ini hanya karena
keserakahan merebut daerah yang bukan hak
mereka lagi.
Memang benar awalnya tanah tersebut
dianugerahkan untuk umat Israel, karena Allah telah
berjanji kepada nenek moyang mereka yaitu
Abraham, Ishaq, dan Yakub. Tetapi, janji tersebut
akan tetap berlaku jika umat Israel berpegang teguh
pada peraturan dan ketetapan Allah.
Ulangan 4:1-2
4:1 "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah
ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu
untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki
serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu
oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.
4:2 Janganlah kamu menambahi apa yang
kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu
menguranginya, dengan demikian kamu berpegang
pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan
kepadamu.
Ulangan 4:25-27
4:25 Apabila kamu beranak cucu dan kamu telah
tua di negeri itu lalu kamu berlaku busuk dengan
membuat patung yang menyerupai apa pun juga,
dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN,
Allahmu, sehingga kamu menimbulkan sakit hati-
Nya,
4:26 maka aku memanggil langit dan bumi menjadi
saksi terhadap kamu pada hari ini, bahwa pastilah
kamu habis binasa dengan segera dari negeri ke
mana kamu menyeberangi sungai Yordan untuk
mendudukinya; tidak akan lanjut umurmu di sana,
tetapi pastilah kamu punah.
4:27 TUHAN akan menyerakkan kamu di antara
bangsa-bangsa dan hanya dengan jumlah yang
sedikit kamu akan tinggal di antara bangsa-bangsa,
ke mana TUHAN akan menyingkirkan kamu.
Ulangan 4:40 Berpeganglah pada ketetapan dan
perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada
hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-
anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu
di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu
untuk selamanya."
Pendudukan umat Israel di tanah perjanjian hanya
tetap berlaku jika umat Israel tidak berlaku busuk,
tidak menyembah tuhan-tuhan lain, tidak
melakukan apa yang jahat dimata Allah, dan
menaati ketetapan dan peraturan Allah. Sebelumnya
kita telah mengetahui bahwa hilangnya status Israel
sebagai bangsa pilihan dan digantikan dengan
bangsa lain karena mereka telah melakukan hal
tersebut semua.
Inilah kronologis yang dikisahkan dalam Bible
tentang pemberian tanah perjanjian sampai
akhirnya Israel-Yahudi tidak berhak lagi menduduki
tanah yang dulu dipijakinya:
a. Umat Israel dijanjikan suatu daerah yang baik
termasuk Kanaan, Palestina setelah keluar dari
Mesir.
Keluaran 3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk
melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan
menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu
negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang
berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat
orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris,
orang Hewi dan orang Yebus.
b. Tuhan membantu umat Israel meluaskan daerah
dengan mengalahkan musuh dan membantai orang-
orang di tanah yang dijanjikan.
Keluaran 34:24 sebab Aku akan menghalau bangsa-
bangsa dari depanmu dan meluaskan daerahmu;
dan tiada seorang pun yang akan mengingini
negerimu, apabila engkau pergi untuk menghadap
ke hadirat TUHAN, Allahmu, tiga kali setahun.
Ulangan 20:16-17
20:16 Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang
diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik
pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apa pun
yang bernafas,
20:17 melainkan kautumpas sama sekali, yakni
orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris,
orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang
diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu,
c. Tetapi kemudian mereka berebut kekuasaan dan
saling berperang satu sama lain. Tahun 922 SM
setelah Salomo wafat kerajaan Israel terpecah
belah menjadi dua. Wilayah utara tetap bernama
Israel beribukota Samaria , sedangkan wilayah
selatan menggunakan nama Yehuda (Yahudi)
beribukota Yerusalem . Keduanya dilanda perang
saudara yang berlarut-larut (II Raja-raja 9:1-37, II
Raja-raja 10:1-36) .
d. Kerajaan Israel dan Yehuda senantiasa
melakukan dosa dan melanggar ajaran Allah.
Berikut adalah rincian perbuatan dan perlakuan
jahat Israel-Yahudi dimata Allah yang dicatat Bible.
• Israel-Yahudi degil dan tegar tengkuk:
Ulangan 31:27 Sebab aku mengenal kedegilan dan
tegar tengkukmu. Sedangkan sekarang, selagi aku
hidup bersama-sama dengan kamu, kamu sudah
menunjukkan kedegilanmu terhadap TUHAN,
terlebih lagi nanti sesudah aku mati.
• Israel-Yahudi berlaku busuk dan menyimpang dari
ajaran Allah dengan mudah:
Ulangan 9:12 Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku:
Bangunlah, turunlah dengan segera dari sini, sebab
bangsamu, yang kaubawa keluar dari Mesir, telah
berlaku busuk; mereka segera menyimpang dari
jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka
telah membuat patung tuangan.
• Israel-Yahudi umat yang murtad dan tidak setia:
Yeremia 3:8 Dilihatnya, bahwa oleh karena
zinahnya Aku telah menceraikan Israel, perempuan
murtad itu, dan memberikan kepadanya surat cerai;
namun Yehuda, saudaranya perempuan yang tidak
setia itu tidak takut, melainkan ia juga pun pergi
bersundal.
Yeremia 5:11 Sebab kaum Israel dan kaum Yehuda
telah sungguh-sungguh berlaku tidak setia terhadap
Aku, demikianlah firman TUHAN.
• Israel-Yahudi membenci kebaikan dan mencintai
kejahatan:
Mikha 3:2 hai kamu yang membenci kebaikan dan
yang mencintai kejahatan? Mereka merobek kulit
dari tubuh bangsaku dan daging dari tulang-
tulangnya;
• Israel-Yahudi tidak menyukai keadilan dan
kebenaran:
Mikha 3:9 Baiklah dengarkan ini, hai para kepala
kaum Yakub, dan para pemimpin kaum Israel! Hai
kamu yang muak terhadap keadilan dan yang
membengkokkan segala yang lurus,
• Israel-Yahudi pembangkang dan terus berbuat
lebih jahat lagi:
Yeremia 7:26 tetapi mereka tidak mau
mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi
perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya,
berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.
• Israel-Yahudi tidak berbalik dan terus
menyimpang meskipun telah diperingatkan berulang
kali:
Yeremia 15:7 Aku menampi mereka dengan tampi
di kota-kota negeri; Aku membuat umat-Ku
kehilangan anak dan membinasakan mereka,
karena mereka tidak berbalik dari tingkah langkah
mereka.
e. Berpuluh tahun kemudian karena Israel-Yahudi
melakukan dosa terus menerus dan tidak pernah
sadar, konsekuensinya:
Allah menjauhkan Israel-Yahudi dari hadapan-Nya:
II Raja-raj 23:27 Lalu berfirmanlah TUHAN: "Juga
orang Yehuda akan Kujauhkan dari hadapan-Ku
seperti Aku menjauhkan orang Israel, dan Aku akan
membuang kota yang Kupilih ini, yakni Yerusalem,
dan rumah ini, walaupun Aku telah berfirman
tentangnya: Nama-Ku akan tinggal di sana!"
Allah menarik damai sejahtera, kasih setia, dan
belas kasihan dari umat Israel-Yahudi:
Yeremia 16:5 Sungguh, beginilah firman TUHAN:
Janganlah masuk ke rumah perkabungan, dan
janganlah pergi meratap dan janganlah turut
berdukacita dengan mereka, sebab Aku telah
menarik damai sejahtera pemberian-Ku dari pada
bangsa ini, demikianlah firman TUHAN, juga kasih
setia dan belas kasihan-Ku.
Allah menghajar dan menyentakkan Israel-Yahudi
dari tanah perjanjian:
I Raja-Raja 14:15 Kemudian TUHAN akan
menghajar orang Israel, sehingga tergoyah-goyah
seperti gelagah di air dan Ia akan menyentakkan
mereka dari pada tanah yang baik ini yang telah
diberikan-Nya kepada nenek moyang mereka; Ia
akan menyerakkan mereka ke seberang sungai
Efrat sana, oleh karena mereka telah membuat
tiang-tiang berhala mereka dan dengan demikian
menyakiti hati TUHAN.
Dan benar, tahun 800-600 SM kerajaan Israel
hancur diserang kerajaan Asyiria, sedangkan
kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan
Nebukadnezar dari Babylonia pada tahun 600-500
SM. Mereka dibuang ke daerah Laut Kaspia dan
hilang entah kemana. Sebagian ke Jerman dan
disana dihajar lagi sehingga tidak ada tempat bagi
umat Israel-Yahudi.
Jadi kesimpulannya bahwa umat Israel-Yahudi
sudah tidak berhak menduduki tanah perjanjian,
mengapa? Karena yang menghempaskan dan
membuang mereka dari tanah perjanjian tersebut
adalah Allah sendiri akibat dosa dan kejahatan yang
mereka perbuat. Dan adalah kebohongan besar jika
umat Israel masih saja bernafsu menduduki tanah
perjanjian yang ada di wilayah Palestina dengan
dasar janji Tuhan. Sebagai umat Muslim sudah
seharusnya kita turut membela hak-hak saudara
kita di Palestina dari cengkeraman kekejaman
pemerintah Israel, karena itu adalah tanah mereka.
Sedangkan bagi Kristiani sudah sepantasnya sadar
dan membuka mata atas kekeliruan mereka
mendukung perbuatan non-manusiawi militer Israel
terhadap rakyat Palestina hanya karena
kekosongan pengetahuan tentang Israel-Yahudi
dalam kitab sendiri maupun dalam sejarah.
Percaya atau tidak, ternyata tidak semua umat
Yahudi memiliki ideologi Zionisme pada umumnya
yaitu menganggap Palestina merupakan tanah yang
harus dikuasai penuh Israel. Beberapa komunitas
Yahudi di berbagai negara justru dengan semangat
membela rakyat Palestina dan dengan sifat terbuka
mengakui bahwa dalam kitab suci mereka tanah
Palestina memang bukan lagi hak Israel dan
merupakan milik umat mayoritas yang tinggal di
tanah tersebut yang tidak seharusnya diduduki
Israel.
Sebut saja salah satunya komunitas ' International
Jewish anti-Zionist Network (IJAN) '. IJAN
merupakan jaringan internasional orang Yahudi
yang berkomitmen untuk memperjuangan
kemerdekaan rakyat Palestina dari penjajahan
Zionis Israel. IJAN mengaku berkomitmen untuk
menentang Zionisme dan Negara Israel, menolak
kolonialisme dan warisan kolonialisme, menentang
organisasi Zionis, dan berkomitmen bekerja dan
solidaritas terhadap keadilan. Richard Kuper, dari
komunitas 'Jews for Justice for Palestinians', salah
satu organisasi Yahudi dunia, dengan lantang
berkata: "Kami serukan kepada seluruh pemerintah
dan masyarakat di dunia berbicara dan menentang
pendudukan serta pengepungan.".
Meskipun pada dasarnya mereka adalah orang
Yahudi yang jelas ingkar terhadap ajaran Allah, tapi
bagaimanapun kita sepantasnya menghormati sifat
kemanusiaan dan keberpihakan mereka terhadap
hati nurani sehingga berani menentang dan
menelanjangi segala kejahatan dan mitos-mitos
Zionis Israel, dibandingkan dengan Kristiani yang
hanya bisa menjadi hamba setia mendukung
berbagai bentuk kebiadaban Zionis Israel tanpa
mengerti seluk-beluk sejarah dan pengetahuan
perihal konflik Israel dan Palestina. Ironisnya lagi,
Kristiani justru merasa bahwa dukungan mereka
terhadap kejahatan Zionis Israel terhadap Palestina
ini dilandasi kitab suci atau firman Tuhan.
Israel, Zionisme, Dan Talmud
Zionisme
merupakan ideologi atau akidah umum umat Israel-
Yahudi, keyakinan yang paling rasialis sampai-
sampai menjadikan penganutnya terindoktrinasi
bahwa hanya bangsa Yahudi yang manusia,
sedangkan non-Yahudi adalah binatang , dan
"binatang" tersebut diciptakan untuk menjadi
bawahan kaum Yahudi. Akidah ini secara rinci dapat
ditemukan dalam Talmud , ajaran yang paling rasis
juga diskriminatif dan dianggap kitab paling
berbahaya yang pernah ada di muka bumi. llmuan
terkenal dalam bidang kebudayaan Ibrani dan kajian
tentang Talmud, Joseph Barcley, menyatakan " ...
Sebagian teks yang ada dalam Talmud adalah
ekstrim, sebagiannya lagi menjijikkan, dan
sebagiannya lagi berisi kekufuran ... ". Karenanya,
banyak penguasa negara dan penguasa agama
(Paus) di Eropa mengharamkan beredarnya kitab ini.
Louis Daste di dalam bukunya 'Yahudi dan
Organisasi Rahasia' mengatakan; "Dalam setiap
perubahan pemikiran besar terdapat pengaruh
Yahudi baik yang nampak ataupun rahasia.
Sepanjang sejarah dunia, Yahudi memasukkan
ribuan racun berbahaya. ". Akidah Zionisme dimiliki
umat Isrel semenjak kecil, penanaman doktrin
rasisme yang terdapat dalam Talmud dilakukan
para orangtua kaum Zionis kepada anak-anak
mereka sejak dini. Indoktrinasi terhadap anak-anak
Israel berlanjut hingga ia dewasa. Ayat-ayat Talmud
dijadikan satu-satunya pedoman moral bagi
mereka, dididik untuk fanatik terhadap superioritas
ras Yahudi dan membenci golongan di luar Yahudi
sebagai binatang.
Agama Yahudi sebenarnya bersumberkan pada dua
pokok kitab, yaitu Perjanjian Lama yang mereka
yakini sebagai kitab Taurat, dan juga Kitab Talmud
yang merupakan kumpulan fatwa para rabbi Yahudi
meskipun kaum Yahudi mengklaim itu adalah
himpunan ajaran Musa. Kaum Kristen, karena
ketidak-pahamannya, hingga dewasa ini
menyangka Perjanjian Lama merupakan kitab
tertinggi bagi agama Yahudi. Sangkaan itu keliru.
Para rabbi Yahudi mengajarkan, doktrin dan fatwa
yang berasal dari para rabbi (guru agama), lebih
tinggi kedudukannya daripada wahyu yang datang
dari Tuhan. Talmud mengemukakan hukum-
hukumnya berada di atas Taurat, dan bahkan tidak
mendukung isi Taurat.
Bukti tentang hal ini dapat ditemukan dalam Talmud
Erubin 2b (edisi Soncino) yang mengingatkan
kepada kaum Yahudi. "Wahai anakku, hendaklah
engkau lebih mengutamakan fatwa dari para Ahli
Kitab (Talmud) daripada ayat-ayat Taurat. ". Kitab
Talmud adalah kitab suci yang terpenting bagi kaum
Yahudi, bahkan lebih penting daripada Kitab Taurat.
Kitab Talmud bukan saja menjadi sumber dalam
penetapan hukum agama, tetapi juga menjadi
ideologi, prinsip, serta arahan bagi perumusan
kebijakan negara dan pemerintahan Israel, dan
menjadi pandangan hidup orang Yahudi pada
umumnya. Itu pula sebabnya mengapa Israel
disebut sebagai negara yang rasis, chauvinistik,
theokratik, konservatif, dan sangat dogmatik.
Talmud merupakan manifesto yang paling
berbahaya kepada perikemanusiaan. Ia
menggariskan penghancuran total semua agama
dan peradaban yang ada di dunia, demi terciptanya
sebuah masyarakat Zionis internasional. Berikut
Beberapa kutipan yang diangkat dari Kitab Tamud
yang akan membuktikan akidah Zionisme Israel-
Yahudi begitu rasialis, penuh kebencian, tidak
berperikemanusiaan, dan ideologi yang lebih cocok
untuk orang tidak waras.
Pengajaran Talmud Zionis mengenai Yahudi dan
non-Yahudi
• Semua harus taat pada perkataan rabbi Yahudi:
Erubin 2b, “Barangsiapa yang tidak taat kepada
para rabbi mereka akan dihukum dengan cara
dijerang di dalam kotoran manusia yang mendidih di
neraka. ”
• Diperbolehkan seorang Yahudi berbuat kejahatan:
Moed Kattan 17a, “Bilamana seorang Yahudi
tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka
hendaklah ia pergi ke suatu kota, dimana ia tidak
dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana. ”
• Dibenarkan mempekerjakan paksa non-Yahudi:
Sanhedrin 57a, “ Seorang Yahudi tidak wajib
membayar upah kepada orang kafir yang bekerja
baginya.”
• Dibenarkan merampok dan membunuh non-
Yahudi:
Sanhedrin 57a, “ Jika seorang Yahudi membunuh
seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati.
Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh
dimilikinya. ”
Baba Kamma 37b, “Kaum kafir ada di luar
perlindungan hukum, dan Tuhan membukakan uang
mereka kepada Bani Israel.”
• Dibenarkan menipu dan berdusta kepada non-
Yahudi:
Baba Kamma 113a, “Orang Yahudi diperbolehkan
berdusta untuk menipu orang kafir.”
Choschen Ham 183, “Jika dua orang Yahudi menipu
orang non-Yahudi, mereka harus membagi
keuntungannya.”
• Non-Yahudi digolongkan dengan binatang:
Yebamoth 98a, “ Semua anak keturunan orang kafir
tergolong sama dengan binatang. ”
Abodah Zarah 22a–22b, “ Orang kafir lebih senang
berhubungan seks dengan lembu. ”
Pengajaran irasional dan tidak waras Talmud Zionis
• Penyembuhan penyakit:
Gittin 69a, “Untuk menyembuhkan tubuh ambil debu
yang berada di bawah bayang-bayang jamban,
dicampur dengan madu, lalu dimakan. ”
Gittin 69b, “Untuk menyembuhkan penyakit
kelumpuhan ambil kotoran seekor anjing berbulu
putih dan campur dengan balsem; tetapi bila
memungkinkan untuk menghindar dari penyakit itu,
tidak perlu memakan kotoran anjing itu, karena hal
itu akan membuat anggota tubuh menjadi lemas.”
• Perihal pernikahan:
Yebamoth 59b, “ Seorang perempuan yang telah
bersetubuh dengan seekor binatang diperbolehkan
menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang
perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan
jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang
pendeta Yahudi. ”
• Yahudi boleh menikahi anak balita:
Sanhedrin 55b, “ Seorang Yahudi boleh mengawini
anak-perempuan berumur tiga tahun (persisnya,
tiga tahun satu hari). ”
Kethuboth 11b, “ Bilamana seorang dewasa
bersetubuh dengan seorang anak perempuan, tidak
ada dosanya. ”
Pengajaran mitos-mitos dalam Talmud Zionis
• Kesaksian mengenai rabbi:
Hagigah 27a, “ Nyatakan, bahwa tidak akan ada
seorang rabbi pun yang akan masuk neraka. ”
Abodah Zarah 17a, “ Buktikan bilamana ada pelacur
seorang pun di muka bumi ini yang belum pernah
disetubuhi oleh pendeta Talmud Eleazar. ”
Baba Mezia 59b, “ Seorang rabbi telah mendebat
Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui
bahwa rabbi itu memenangkan debat tersebut.”
• Doa wajib kaum Yahudi:
Menahoth 43b–44a, “Seorang Yahudi diwajibkan
membaca doa berikut ini setiap hari, ‘Aku
bersyukur, ya Tuhanku, karena Engkau tidak
menjadikan aku seorang kafir, seorang perempuan,
atau seorang budak-belian’. ”
• Perihal manusia pertama:
Yebamoth 63a, “ ’... Adam telah bersetubuh dengan
semua binatang ketika ia berada di Sorga.”
• Keyakinan takhayul Yahudi:
Gittin 70a, “Para rabbi mengajarkan, ‘Sekeluarnya
seseorang dari jamban, maka ia tidak boleh
bersetubuh sampai menunggu waktu yang sama
dengan menempuh perjalanan sejauh setengah mil,
karena iblis yang ada di jamban itu masih
menyertainya selama waktu itu; kalau ia
melakukannya juga (bersetubuh), maka anak-
keturunannya akan terkena penyakit ayan. ”
Pesahim 111a, “ Sungguh terlarang bagi anjing,
perempuan, atau pohon kurma, berdiri di antara dua
orang laki-laki. Karena musibah khusus akan
datang jika seorang perempuan sedang haid atau
duduk-duduk di perempatan jalan. ”
Pengajaran Talmud Zionis mengenai Yesus dan
Kristen
• Yesus berada dalam neraka:
Gittin 57a, “Yesus ada di dalam neraka, direbus
dalam kotoran (tinja) panas. ”
• Yesus adalah penyihir:
Sanhedrin 43a, “ Pada malam kematiannya, Yesus
digantung dan empatpuluh hari sebelumnya
diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari
batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir
dan telah membujuk orang untuk melakukan
kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)… Dia
adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu
janganlah kalian mengasihaninya atau pun
memaafkan kelakuannya. ”
• Kristen masuk neraka:
Rosh Hashanah 17a, “ Ummat Kristiani (yang
disebut ‘minnim’) dan siapa pun yang menolak
Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan
akan dihukum di sana bersama seluruh
keturunannya.”
• Perjanjian Baru harus dimusnahkan:
Shabbath 116a, “Barangsiapa yang membaca
Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian ‘hari
kemudian’ (akhirat), dan Yahudi harus
menghancurkan kitab suci umat Kristiani yaitu
Perjanjian Baru. ”
• Wajib melaknat Kristiani:
Talmud 6 Bab 8 butir 9, “ Sesungguhnya Talmud
mewajibkan atas setiap orang Yahudi untuk
melaknat orang Kristen tiga kali dalam sehari, dan
berdoa agar membasmi dan menghancurkan raja-
raja serta para pemimpin mereka. Juga diwajibkan
kepada orang Yahudi untuk merampas harta
mereka dengan cara apapun. ”
Inilah ungkapan hati Talmud yang sesungguhnya
tentang Yesus dan umat Kristen. Siapa pun yang
mengaku sebagai seorang Kristen, setelah
mengetahui ayat-ayat pelecehan dari Talmud
kepada Yesus dan agamanya, tetapi masih saja
mendukung Zionis Israel, masih saja membantu
agresi Israel, masih saja setuju dengan sikap politik
Israel, maka ia sebenarnya telah ikut-ikutan
melecehkan agamanya sendiri dan telah ikut-ikutan
menghina Yesus sendiri. Jika tidak percaya, silakan
ambil Talmud dan baca sendiri.
Sekarang marilah berpikir dengan akal sehat,
dapatkah umat yang memiliki ajaran begitu rusak
dan mengancam sisi-sisi kemanusiaan ini
dikatakan umat yang diberkati Tuhan? Tuhan
macam apa yang begitu rasis akan tetap
menjanjikan keselamatan kepada bangsa yang
nyata kebiadaban ajarannya ini? Ingatlah, dulu umat
Israel diberkati Allah karena Abraham, Ishaq, dan
Yakub. Tetapi seperti yang telah dijelaskan, Allah
memberikan syarat tertentu atas pemberian
keberkatan tersebut dan secara telak umat Israel
telah melanggar syarat-syarat itu. Sekali lagi, umat
Israel-Yahudi telah kehilangan keberkatan, tanah
perjanjian, dan pastinya keselamatan. Kita telah
membuktikannya melalui dalil, sejarah, dan logika.
Terlebih buat Kristiani yang masih mengagungkan
bangsa Israel-Yahudi sampai saat ini, harap dicatat
baik-baik. Dommelow di bantu 16 orang yang hebat
dalam sebuah tim dimana mereka adalah para
pendeta bergelar doctor Theologi, mengatakan: " Ahli
Talmud (para rabbi Yahudi) berkata: "Al Masih
adalah anak seorang pezina (maria) yang membawa
sihir keluar Mesir dengan menyayat daging yang ia
miliki. Yesus mempraktekkan sihir, melancarkan
tipudaya serta menggiring bangsa Israel pada
pemujaan berhala." Sesungguhnya sesuatu yang
menarik untuk di praktikkan bahwa Muhammad
Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan murka menolak
tuduhan dan fitnah keras yang di lancarkan oleh
orang orang Yahudi." (Dommelow’s Bible
Comentary, hal 668) .
Mengapa Kristiani begitu mengagungkan dan
merajakan bangsa Israel-Yahudi yang jelas-jelas
begitu menghinakan Yesus, sedangkan umat Islam
yang begitu memuliakan Nabi Isa/Yesus dan
menempatkannya pada derajad yang semestinya
sebagai nabi Allah justru tidak seberuntung itu?
Jangankan ucapan terima kasih, umat Islam malah
senantiasa dijadikan sasaran hujatan Kristiani
sedunia. Bahkan Kristiani selalu mencari alasan
melalui tudingan yang menyakitkan hati hanya
untuk membela kebiadaban Zionis Israel terhadap
MUslim yang mencoba membela hak-hak yang
sudah semestinya.
Apakah jika umat Muslim ingin dipuja-puja oleh
Kristiani, juga harus berlomba-lomba mengecam
Yesus sebagai anak hasil zinah yang berada dalam
neraka serta membuat kitab yang lebih sadis
melebihi Talmud tentang penghinaan terhadap
Gereja? Lantas dimanakah letak logika Kristiani
yang entah memuliakan Yesus atau sebenarnya
menuhankan bangsa Israel-Yahudi?
Demikian uraian kami terhadap bangsa Israel
sejauh mana kebenaran mereka sebagai bangsa
pilihan Tuhan. Tentunya kesimpulan dari uraian ini
telah dapat anda cerna sendiri, bahwa
sesungguhnya umat Israel-Yahudi bukan lagi
bangsa pilihan, melainkan bangsa kutukan yang
dipilih Tuhan menempati neraka, dan umat Israel-
Yahudi tidak berhak memerangi Palestina untuk
alasan apapun. Terlebih harus dipahami bagi
Kristiani yang terindoktrinasi penghambaan
terhadap umat Israel, agar segera melepaskan diri
dari doktrin menyesatkan tanpa dasar tersebut.
Berhenti mengagungkan musuh Yesus, karena tidak
akan ada keberkatan bagi mereka yang
mengagungkan umat yang jahat di mata Tuhan.